www.mukadimah.com

Online Tips and more

Aplikasi iPhone Membantu Penderita Autis

Sumber: smh.com.au, usatoday

Bagi Grace Domican yang tidak bisa berbicara karena autis, aplikasi iPhone dan touchscreen-nya telah memberinya suara untuk pertama kali dalam hidupnya.

Ibunya, Lisa Domican, telah membuat aplikasi berbasis gambar di iPhone untuk membantu Grace berkomunikasi. Dan media ini ternyata sangat berhasil sehingga Lisa kini mencobanya di sebuah sekolah untuk anak penderita autisme di Irlandia.

Lisa lahir di Australia dan menetap di sana sebelum akhirnya pindah ke Irlandia di tahun 2001. Kini ia sedang berencana menyediakan software ini, The Grace app, di sekolah-sekolah di Australia. Ia juga menjual aplikasi ini bagi iPhone dan iPad di itunes App store.
Aspect, organisasi nir-laba terbesar di Australia yang memberikan bantuan bagi orang-orang yang menderita autis, telah menyatakan ketertarikan mereka untuk mencoba aplikasi atau program ini bagi klien mereka. Sedangkan Lisa mengatakan dia telah mengadakan kontak dengan Woodbury School di Baulkham Hills.

The Grace app sebenarnya adalah versi digital dari Picture Exchange Communications System (PECS), sebuah buku yang terdiri dari gambar-gambar yang dilaminating dan ditempelkan pada papan (board) buatan velcro yang digunakan oleh anak-anak penderita autisme untuk membuat kalimat-kalimat dan berkomunikasi.

Anak-anak dengan penyakit autis sering tidak mampu menggunakan dan memahami bahasa ekspresif (expressive language) karena bagian-bagian developmental disability dari otak tidak berfungsi. Sebagian dari mereka bisa mengembangkan kemampuan berbicara, sebagian tidak.

Saat anak-anak mempelajari kata-kata baru lewat gambar-gambar yang ditambahkan di buku PECS, cara ini dirasa susah untuk diterapkan atau dipakai, terutama diluar rumah.

“Anda harus memfoto atau membuat gambar, kemudian mencetaknya, lalu melaminatingnya, dan meletakkannya di atas velcro. Dan Anda harus mengulangi hal ini setiap kali anak-anak menyukai hal-hal yang baru,” jelas Lisa, yang juga memiliki anak penderita autis berusia 12 tahun bernama Liam.

Akan tetapi, jika memakai aplikasi ini, yang dijual seharga $45 di App Store (sebagian hasil penjualan diberikan untuk kegiatan amal), Grace telah memiliki akses ke lebih dari 400 simbol dan foto di genggaman tangannya. Dia bisa menambahkan gambar atau simbol baru dengan menggunakan kamera iPhone tanpa perlu dibantu. 

Lisa kini bisa dengan segera berbagi kata-kata baru dan minatnya dengan para penjaga dan guru-guru Grace sehingga mereka bisa menggunakannya dalam interaksi mereka dengan anak-anak.

Layar sentuh iPhone dinilai penting karena Grace terbiasa menunjuk ke gambar saat menggunakan buku PECS, sehingga membuka dan menjalankan aplikasi ini seperti sudah menjadi kebiasaan kedua.

“Saat hape menunjukkan dengan tepat apa yang dia inginkan, sangat jelas bagi kita apa yang dia perlukan dan kita tidak lagi sangat frustrasi seperti dulu dalam memahami kemauan mereka,” kata Lisa.

“Jika keinginannya gagal saya mengerti, Grace bisa meluapkan kemarahannya sampai dua sampai tiga jam dan membuat kuping saya mendenging, jadi aplikasi ini sangatlah membantu.”

Sekarang software ini tengah diujicobakan pada beberapa teman sekolah Grace di Saplings school di Irlandia. Aplikasi ini dirancang khusus untuk anak-anak yang tidak bisa diajar di sekolah-sekolah kebanyakan (mainstream schools). Banyak yang kemudian menyumbangkan iPhone bekas mereka ke sekolah-sekolah autis.

Lisa bahkan memuji aplikasi ini dengan menyebutkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi verbal Grace, dan mengatakan bahwa kini Grace bisa membuat permintaan tiga-empat kata seperti, “I want to drink” atau “I want purple chocolate (Cadbury).”

Walaupun Anthony Warren, direktur untuk anak, remaja dan keluarga dari Aspect mengatakan bahwa Grace app merupakan ide brilian tetapi ia skeptis aplikasi ini bisa menggantikan program PECS formal. Dia mengatakan bahwa sekolah-sekolah Aspect dan speech pathologists akan tertarik untuk menguji coba aplikasi ini.

“Ini terdengar sangat memotivasi dan sangat membantu para klien yang sangat memerlukan bantuan dan yang termotivasi oleh jenis teknologi seperti ini,” katanya.

Lisa mengatakan dia mendapat ide membuat aplikasi ini setelah melihat iklan iPhone di bus sesaat sebelum ponsel ini di-launching di Irlandia. Telco O2 Telefornia memberinya iPhone setelah bertemu Lisa di event World Autism Day.

Tahun lalu Lisa meminta bantuan pengembang iPhone, Steve Troughton Smith untuk menciptakan aplikasi ini. Karena gambar-gambar yang dipakai oleh anaknya merupakan hak milik sebuah perusahaan, Lisa harus membuat sketsa dari tiap gambar yang akan diperlukan untuk kosakata dasar dan kemudian diubah menjadi versi digital yang profesional dengan bantuan seniman.

Another Story

Leslie Clark dan suaminya telah bertahun-tahun berusaha untuk berkomunikasi dengan anaknya JW yang berusia tujuh tahun. Tapi sampai akhir bulan lalu, mereka hanya bisa memakai bahasa isyarat yang belum sempurna.

Dalam keputusasaannya, Leslie akhirnya membeli alat bantu khusus. Tetapi mesin berbicara “teks-jadi-lisan” ini sangatlah besar, berat dan mahal. Ada yang harganya sampai $8,000 atau bahkan $10,000.

Kemudian ada guru yang menceritakan tentang aplikasi baru, Proloquo2Go, yang dikembangkan untuk iPhone dan iPod Touch. Leslie pergi ke Best Buy dan membeli satu iPod Touch, kemudian mendownload aplikasi ini dari iTunes. Total pengeluaran hanya sekitar $500.

Sebulan kemudian, kemana-mana JW selalu membawa mp3 player layar sentuh itu di tangannya. JW menyatakan keinginannya dengan menyentuh ikon-ikon yang kemudian mengeluarkan suara-suara seperti, “I want Grandma’s cookies” or “I’m angry — here’s why (“Saya marah – karena ini”).” Dia menggunakan “alat bicaranya” untuk berkomunikasi dengan semua orang, termasuk anjingnya Roscoe yang mendengarkan perintah suara melalui speaker mini.

Apple menjual banyak aplikasi di iTunes, diantaranya adalah aplikasi yang membantu pemakainya menggunakan American Sign Language (Bahasa Isyarat Amerika) dan aplikasi lain seperti Proloquo2Go, yang membantu JW “berbicara”.

Aplikasi ini juga membantu anak-anak penderita Down syndrome, cerebral palsy and Lou Gehrig’s Disease, atau ALS, bahkan pasien penderita stroke yang kehilangan kemampuan mereka untuk berbicara, menurut co-developer aplikasi ini Samuel Sennott, mahasiswa doktoral Penn State.

Penggunaan iPhone dan iPod Touch memungkinkan para developer aplikasi mendemokrasikan sistem yang dulunya bergantung pada peralatan yang terlalu mahal dan sulit disesuaikan dengan kebutuhan kita, jelasnya lagi.

Sedangkan Ronald Leaf, direktur dari Autism Partnership, agen swasta di California mengatakan bahwa dia lebih memilih untuk menolong anak-anak dengan autis seperti JW belajar bagaimana bergerak dalam dunia mereka tanpa pertolongan gadget. “Jika kita bisa membuat anak-anak berbicara tanpa menggunakan teknologi, itu adalah tujuan utama kami.”

Sedangkan Leslie mengatakan bahwa aplikasi ini telah mengubah kehidupan anaknya.

“Kini dia benar-benar bisa berkomunikasi,” katanya. “Sangat menyenangkan bisa mengetahui apa yang ada dalam pikirannya.”

Bookmark and Share

ARTIKEL REKOMENDASI:

Dasar-dasar Cara Menggunakan Twitter

Amazon Associates: Affiliate Program di Blogger Blospot

Bagaimana Cara Membuat Facebook & MySpace Kita Sendiri

Bagaimana Cara Memunculkan Gadget Product Finder dari Amazon Associates di Blogger

Respon Emoticons Berupa Glittery Teks di Plurk

Bagaimana Cara Mengetahui IP Address Spammer: Gunakan StatCounter.Com

Block Komen Spam Dengan Toolator.Com

Bagaimana Cara Pake Emoticons Extra Set Tapi Karma Minim Saat Nge-Plurk

Bagaimana Cara Make Emoticons Ngeplurk di HP: Daftar Smileys Plurk

Kode Script HTML untuk Mengubah Memperbesar Memperkecil Ukuran Font Huruf Posting Blog

Bagaimana Cara Mengetahui Orang Yang Tidak Mengikuti (Unfollowing) di Twitter

Klik di sini membawa Anda ke AndresTutorialBlog.blogspot.com

Klik di sini untuk ke DownloadMyFreeMP3.blogspot.com – download my own free mp3


-Bismillahirrahmanirrahim-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: